Sabtu, 13 Oktober 2012
Senin, 08 Oktober 2012
Minggu, 07 Oktober 2012
Sabtu, 07 April 2012
Definisi E-Banking
Pengertian E-Banking
Pada masa sekarang ini pemanfaatan teknologi informasi dan
komunikasi di perbankan nasional relatif lebih maju dibandingkan sektor
lainnya. Berbagai contoh jenis teknologi yang mungkin pernah kalian dengar,
seperti: Automated Teller Machine (ATM), Banking Application
System, Real Time Gross Settlement System, Sistem Kliring
Elektronik, dan internet banking. Bank Indonesia sendiri lebih sering
menggunakan istilah Teknologi Sistem Informasi (TSI) Perbankan untuk semua
terapan teknologi informasi dan komunikasi dalam layanan perbankan. Istilah
lain yang lebih populer adalah Electronic Banking (E-Banking).
Apa yang dimaksud dengan e-banking? E-banking merupakan pengantar otomatis jasa dan produk bank secara langsung kepada nasabah melalui media elektronik, dengan saluran komunikasi interaktif. E-Banking meliputi sistem yang memungkinkan nasabah bank, baik individu ataupun bisnis, untuk mengakses rekening, melakukan transaksi bisnis, atau mendapatkan informasi produk dan jasa bank melalui jaringan pribadi atau publik, termasuk internet. Nasabah dapat mengakses e-banking melalui piranti pintar elektronik seperti komputer/PC, PDA, ATM, atau telepon.
Marilah kita telaah satu persatu saluran dari e-Banking yang telah diterapkan bank-bank di Indonesia sebagai berikut:
1. ATM, Automated Teller Machine atau Anjungan Tunai Mandiri, ini adalah saluran e-Banking paling populer yang kita kenal. Selain bertransaksi melalui mesin ATM, kartu ATM dapat pula digunakan untuk berbelanja di tempat perbelanjaan, berfungsi sebagai kartu debit. Bila kita mengenal ATM sebagai mesin untuk mengambil uang, belakangan muncul pula ATM yang dapat menerima setoran uang, yang dikenal pula sebagai Cash Deposit Machine/CDM
2. Phone Banking, ini adalah saluran yang memungkinkan nasabah untuk melakukan transaksi dengan bank via telepon. Fasilitas ini boleh dibilang lebih praktis ketimbang ATM untuk transaksi non tunai, karena cukup menggunakan telepon/HP di manapun kita berada, kita bisa melakukan berbagai transaksi, termasuk transfer ke bank lain.
3. Internet Banking, ini termasuk saluran teranyar e-Banking yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi via internet dengan menggunakan komputer/PC atau PDA. Kelebihan dari saluran ini adalah kenyamanan bertransaksi dengan tampilan menu dan informasi secara lengkap tertampang di layar komputer/PC atau PDA.
4. SMS/m-Banking, saluran ini pada dasarnya evolusi lebih lanjut dari Phone Banking, yang memungkinkan nasabah untuk bertransaksi via HP dengan perintah SMS. Fitur transaksi yang dapat dilakukan yaitu informasi saldo rekening, pemindahbukuan antar rekening, pembayaran (a.l. kartu kredit, listrik, dan telepon), dan pembelian voucher. Saluran ini sebenarnya termasuk praktis namun dalam prakteknya agak merepotkan karena nasabah harus menghapal kode-kode transaksi dalam pengetikan sms, kecuali pada bank yang melakukan kerjasama dengan operator seluler, menyediakan akses banking menu – Sim Tool Kit (STK) pada simcardnya.
Jenis-Jenis Teknologi E-Banking
Dengan semakin berkembangnya teknologi dan kompleksitas transaksi,
berbagai jenis E-banking semakin sulit dibedakan karena fungsi dan fiturnya
semakin berkembang dan berinovasi. Sebagai contoh, sebuah kartu plastik mungkin
memiliki “magnetic strip”- yang bisa mengkaitkan dengan rekening bank, dan juga
memiliki nilai yang tersimpan dalam sebuah chip. Kadang kedua jenis kartu tersebut
disebut “debit card” oleh merchant atau vendor. Beberapa gambaran umum mengenai
jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini.
1) Automated Teller Machine (ATM). Terminal elektronik yang disediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana.
2) Computer Banking. Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain.
3) Debit (or check) Card. Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya.
4) Direct Deposit. Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi
(misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana
(misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana
ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah.
5) Direct Payment (also electronic bill payment). Salah satu bentuk pembayaran
yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana
elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke
rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal
ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment.
6) Electronic Bill Presentment and Payment (EBPP). Bentuk pembayaran tagihan
yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online,
misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian
tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar tagihan tersebut secara online juga.
Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan
tersebut.
7) Electronic Check Conversion. Proses konversi informasi yang tertuang dalam
cek (nomor rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar
bisa dilakukan pemindahan dana elektronik atau proses lebih lanjut.
8) Electronic Fund Transfer (EFT). Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu
rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.
9) Payroll Card. Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan oelh
pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses
pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan
nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik.
10) Preauthorized Debit (or automatic bill payment). Bentuk pembayaran yang
mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil
dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah
pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana
secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor
(misalnya PLN atau PT Telkom).
11) Prepaid Card. Salah satu tipe Stored-Value Card yang menyimpan nilai
moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke
penerbit kartu.
12) Smart Card. Salah satu tipe stored-value card yang di dalamnya tertanam
satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data,
melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya
validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan
data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada sistem terbuka (misalnya untuk
pembayaran transportasi publik) atau sistem tertutup (misalnya MasterCard atau
Visa networks).
13) Stored-Value Card. Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter,
yang diisi melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan
yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose
stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah
perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di
muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon).
Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS
yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending
machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada
beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan
logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.
MANFAAT E-BANKING
Fungsi penggunaannya mirip dengan mesin ATM dimana sarananya saja yang
berbeda, seorang nasabah dapat melakukan aktifitas pengecekan saldo rekening,
transfer dana antar rekening atau antar bank, hingga pembayaran tagihan-tagihan
rutin bulanan seperti: listrik, telepon, kartu kredit, dll. Dengan memanfaatkan
e-banking banyak keuntungan yang akan diperoleh nasabah terutama apabila
dilihat dari banyaknya waktu dan tenaga yang dapat dihemat karena e-banking
jelas bebas antrian dan dapat dilakukan dari mana saja sepanjang nasabah
memiliki sarana pendukung untuk melakukan layanan e-banking tersebut.
Jumat, 30 Maret 2012
apa yang disebut e-library
Dengan
membaca kita dapat menambah pengetahuan dan wawasan. Entah itu dengan membaca
buku, Koran, majalah, dan media lainnya. Untuk menemukan buku yang lengkap dan
menggunakan biaya yang sangat ekonomis tanpa harus membelinya. Biasanya kita
dapat pergi ke perpustakaan untuk meminjamnya. Kini Seiring berkembangnya
teknologi sekarang ini, Khususnya setelah diciptakan internet. Kegiatan membaca dapat kita lakukan dengan semakin
mudah. materi-materi yang dapat ditemui di internet cenderung
lebih up-to-date.
Buku-buku teks konvensional memiliki rentang waktu antara proses penulisan,
penerbitan, sampai ke tahap pemasaran. Kalau ada perbaikan maupun tambahan, itu
akan dimuat dalam edisi cetak ulangnya, dan itu jelas membutuhkan waktu. Kini
sekolah dan instansi mengeluarkan terobosan baru guna meningkatkan kualitas dan
kuantitas layanan kepada penggunanya. Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan
menerapkan e-library. Apa yang disebut e-library???
e-library
atau Perpustakaan digital (Inggris: digital
library atau electronic
library atau virtual
library) adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam bentuk
format digital dan yang bisa diakses dengan komputer. Jenis
perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang berupa
kumpulan buku tercetak, film mikro (microform dan microfiche), ataupun kumpulan
kaset audio, video, dll. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu
komputer server
yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat
diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.
Elibrary
merupakan salah satu bentuk kemajuan di bidang teknologi informasi. Definisi
teknologi informasiitu sendiri adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan,
menghasilkan, mengolah serta menyebarkan informasi. (Basuki, 87).
Perpustakaan
elektronik juga merupakan bagian sebuah jaringan kerja (network). Dimana secara
teoritispemakai dapat memperoleh salinan elektronik sebuah dokumen darimanapun,
asal tidak ada kendala keamanan, politik, ekonomi dan sosial.
Beberapa
perpustakaan sekolah telah memulai langkah ke perpustakaan elektronik, ada
pulaperpustakaan yang telah mengkomputerkan sistem temu balik serta sistem
jasanya. Hanya saja mengingat teknologi informasi tidak hanya terbatas pada
perangkat keras (alat) dan perangkat lunak (program), tetapi juga
mengikutsertakan manusia serta tujuan yang ditentukan maka penggunaan teknologi
informasi terutama e – library sebagai pilihan dalam mengembangkan perpustakaan
sekolah, perlu memperhatikan beberapa aspek diantaranya aturan dan kemampuan
sekolah yang bersangkutan.
Singkatnya
koleksi digital sebenarnya dapat dipahami sebagai koleksi informasi dalam
bentuk elektronik atau digital yang mungkin terdapat juga dalam koleksi cetak,
yang dapat diakses secara luas menggunakan media komputer dan sejenisnya.
Koleksi digital disini dapat bermacam-macam, dapat berupa buku elektronik,
jurnal elektronik, database online, statistic elektronik, dan lain sebagainya.
Setiap
perguruan tinggi harus menyadari bahwa digitalisasi di perpustakaan adalah
untuk meningkatkan kualitas jasa, bukan sebagai penambahan jumlah atau
pembaharuan (modernisasi) peralatan saja. Dalam hal ini perpustakaan digital
dapat diukur berdasarkan 10 butir penilaian kualitas jasa, yaitu :
1. Kinerja
umum (performance)
Memenuhi
persyaratan dasar dalam penggunaan teknologi digital
2.
Keselarasan (conformance)
Memakai
standar lokal, nasional, maupun internasional dalam hal pengiriman dan
pertukaran informasi
3. Kekhususan (features)
Memberikan
kemudahan yang tidak ada di perpustakaan biasa dalam bentuk fitur atau jasa
khusus
4. Kehandalan (reliability)
Menjamin
keajegan dalam penyediaan informasi
5. Kesinambungan (durability)
Bukan
merupakan ”proyek sesaat”
6. Keterbaruan (currency)
Informasi
selalu diperbarui
7. Kemudahan jasa (servive
ability)
Mudah
digunakan, termasuk bagi mereka yang baru pertama kali menggunakan.
8. Keindahan penampilan (aesthetics and image)
Memenuhi
selera pengguna demi kenyamanan penggunaan
9. Kesepakatan kualitas (perceived
quality)
Merupakan
kesepakatan antar pemakai, bukan pandangan individual
10. Kebergunaan (usability)
Merupakan
ukuran paling penting di semua jenis jasa. Nilai ditentukan oleh pengguna
sesuai persepsi subyektif berdasarkan pengalaman mereka dalam hal.:
a. Efektivitas sistem
Seberapa
jauh perpustakaan digital mampu secara tepat memberikan solusi informasi bagi
pengguna. Termasuk di sini adalah relevansi informasi itu bagi pengguna.
b. Efisiensi sistem
Yaitu
kemampuan sistem menghemat waktu dan upaya pengguna dalam mendapatkan informasi
dari berbagai sumber, tidak hanya dari lingkungan lokal.
c.
Kepuasan
Yaitu
ukuran subyektif tentang kemudahan pemakaian, tampilan, struktur informasi,
kandungan, keluasan jaringan (seberapa banyak sumber yang bisa dihubungi)
d. Kemudahan integrasi
Seberapa
jauh perpustakaan digital dan jasanya dapat dengan mudah dijadikan bagian dari
kegiatan utama pengguna di universitas (belajar, mengajar, penelitian)
Langganan:
Postingan (Atom)